COLLATERAL DAMAGE

COLLATERAL DAMAGE

(KERUSAKAN IMBASAN)

Oleh : AGIS ARDHIANSYAH, S.H

Kerusakan imbasan atau kerusakan tambahan terjadi ketika serangan yang ditujukan pada sasaran militer menyebabkan terbunuhnya rakyat sipil dan merusak obyek-obyek sipil. Ini biasanya terjadi bila sasaran militer seperti peralatan militer atau tentara terletak di kota atau desa atau dekat dengan penduduk sipil. Serangan yang dapat menyebabkan kerusakan imbasan tidaklah secara khusus dilarang, namun hukum-hukum konflik bersenjata membatasi serangan-serangan sembarangan. Pasal 57 Protokol Tambahan I untuk Konvensi Jenewa menyebutkan bahwa, dalam sebuah konflik internasional, “perhatian terus menerus harus diberikan untuk melindungi populasi sipil, orang-orang sipil, dan obyek-obyek sipil.” Sebagai tambahan, pada Pasal 51, Pemboman area (carpet bombing) dilarang, begitu juga serangan yang menggunakan cara dan alat pertempuran yang efeknya tidak dapat dikontrol.

Dalam konflik internal (non-internasional), rakyat sipil hanya memiliki sedikit perlindungan hukum terhadap kerusakan imbasan. Protokol Tambahan II mengharuskan, selama mereka tidak ambil bagian dalam peperangan, populasi sipil dan individu sipil harus mendapat perlindungan umum terhadap bahaya yang muncul dari operasi militer dan tidak boleh menjadi sasaran serangan. Protokol II juga melarang tindakan atau ancaman kekerasan yang tujuan utamanya adalah untuk menyebarkan teror pada populasi sipil.

Sebuah film berjudul “Collateral Damage” yang diperankan oleh Arnold S. (sekarang Gubernur Negara Bagian California, USA) menunjukkan bahwa betapa berbahayanya akibat yang ditimbulkan dari serangan terhadap obyek-obyek tertentu yang tanpa membedakan antara sasaran serangan (militer) dan area sipil (civilian). Penduduk sipil yang tidak mengetahui akan adanya serangan tentu saja akan menjadi korban yang paling banyak, karena ketidakadaan persiapan untuk menghindari serangan. Gedung-gedung publik (bukan gedung militer) tidak luput juga dari aksi collateral damage ini.

Pihak-pihak dalam konflik bersenjata saat ini, seperti Perang Teluk dan perang-perang di bekas Yugoslavia, telah menggunakan istilah kerusakan imbasan (collateral damage) untuk menunjukkan bahwa serangan mereka sah menurut hukum. Klaimnya adalah bahwa telah terjadi kerusakan imbasan atau bahwa kerusakan itu minimal atau proporsional. Pengamat yang netral mungkin akan memiliki kesimpulan berbeda dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini. Kematian banyak rakyat sipil di Irak selama Perang Teluk karena kurangnya listrik di rumah sakit, yang disebabkan pengrusakan terhadap hampir semua pembangkit listrik Irak oleh serangan udara sekutu, dinyatakan oleh Irak sebagai kerusakan imbasan yang tidak proporsional. Di sisi lain, pejabat NATO pada musim semi dan panas 1995 cukup dapat mengklaim bahwa serangan NATO terhadap sasaran militer Serbia Bosnia di Bosnia-Herzegovina tidak membunuh rakyak sipil secara tidak proporsional dan karenanya, kerusakan imbasan terjadi secara proporsional. Karena itu, selain memiliki implikasi hukum, istilah itu sering digunakan untuk mendapatkan dukungan politik terhadap cara berperang tertentu atau untuk menghadapi dugaan akan pelanggaran hukum humaniter. Para pengamat diingatkan bahwa apapun klaim pemerintah atau angkatan bersenjata, serangan yang secara langsung ditujukan pada populasi sipil adalah pelanggaran terhadap prinsip dasar pembedaan (distinction principle) dan tidak dapat dirujuk sebagai akibat kerusakan imbasan.

*Sumber : Crimes of War Project

AGIS ARDHIANSYAH, SH

Email : imiginaku@yahoo.com

Penulis adalah Alumni Universitas Brawijaya Malang dan sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: